Jambi – Kerusakan jalan nasional di Provinsi Jambi kian mengkhawatirkan. Ratusan lubang dengan berbagai ukuran tersebar di sejumlah ruas strategis, terutama di jalan lingkar Kota Jambi hingga jalur lintas antarprovinsi. Kondisi ini tak hanya menghambat aktivitas transportasi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Salah satu pengemudi yang merasakan langsung dampaknya adalah Iing (28), sopir truk pengangkut crude palm oil (CPO). Selama lebih dari 10 tahun melintasi Jalan Lintas Sumatra, ia mengaku lubang jalan menjadi ancaman paling serius dibandingkan medan berat lainnya.
“Pernah gas santai, tiba-tiba brak… ban menghantam lubang yang cukup dalam. Dak kelihatan. Untung dak patah as,” ujar Iing, Desember 2025.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Kota Jambi, saat truk bermuatan tonase berat yang dikemudikannya menghantam lubang jalan. Menurutnya, hampir seluruh jalur utama di Jambi mengalami kerusakan, mulai dari Jambi–Padang, Jambi–Pekanbaru, hingga Jambi–Palembang.
“Paling parah jalur Jambi–Palembang. Tapi yang benar-benar rusak parah itu Tempino–Muaro Bulian, lubangnya besar-besar, apalagi di daerah Bajubang,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, di sepanjang jalan nasional Provinsi Jambi ditemukan lubang dengan kedalaman bervariasi, mulai dari 5–10 sentimeter, 15–20 sentimeter, hingga lebih dari 20 sentimeter. Kondisi ini sangat berbahaya, khususnya bagi kendaraan bermuatan berat dan pengendara roda dua.
Di Jalan Lingkar Kota Jambi saja, tercatat lebih dari 150 lubang tersebar di sepanjang sekitar 32 kilometer, mulai dari Lingkar Barat–Simpang Rimbo, Lingkar Selatan, hingga Lingkar Timur di kawasan Jembatan Batanghari II.
Sementara di Jalan Lingkar Barat sepanjang sekitar 8,5 kilometer, sedikitnya terdapat tujuh titik rawan jalan berlubang dan bergelombang, di antaranya kawasan Simpang Rimbo, Terminal Alam Barajo, Simpang Penerangan, Mitra Steel Abadi, Indah Kargo, Mayang Ujung, hingga PTPN.

Kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki ini dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan serta berpotensi mengganggu distribusi logistik di Jambi. Para pengendara pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan.