Kabar duka datang dari kawasan wisata Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Seorang warga negara Australia bernama Eric Philip Van Druten (67) ditemukan meninggal dunia di kamar Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, pada Senin (2/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Yang lebih memilukan, yang menemukan jasadnya adalah anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.
Peristiwa ini bermula saat sang anak beberapa kali mencoba menghubungi ayahnya lewat telepon untuk meminta diantar ke sekolah. Namun, panggilan tersebut tak kunjung dijawab. Merasa khawatir, anak korban kemudian mendatangi homestay dan mengetuk pintu kamar ayahnya. Saat tidak ada respons, ia meminta bantuan warga bernama Edi Basuki untuk membuka pintu yang terkunci dari dalam.
Begitu pintu berhasil dibuka secara paksa, pemandangan yang menyayat hati menyambut. Eric ditemukan terbaring miring ke kiri dengan wajah kebiruan. Setelah dilakukan pengecekan, pria asal Australia itu dipastikan telah meninggal dunia.
Tim medis dari Puskesmas Gunung Labu yang dipimpin dr. Maifren Setia Royes segera melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro melalui Kasat Reskrim AKP RF Ritonga mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, ditemukan sejumlah tanda seperti bibir kebiruan, tubuh kaku, suhu tubuh menurun, serta bibir kering.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, dokter memberikan diagnosis sementara bahwa Eric meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung mendadak. Meski demikian, diagnosis ini masih bersifat sementara karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi maupun visum. Penolakan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Dari informasi yang dihimpun, Eric Philip Van Druten diketahui telah tinggal di Desa Giri Mulyo selama sekitar 20 tahun. Ia merupakan pemilik Homestay Pelangi dan sebelumnya menikah dengan seorang perempuan warga setempat bernama Erna. Namun, mereka sudah bercerai dan Eric tinggal sendiri di homestay yang juga menjadi tempat usahanya.
Korban terakhir kali bertemu dengan anaknya pada Minggu (1/11) sekitar pukul 15.40 WIB, sehari sebelum ditemukan meninggal. Petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan TKP dan mencatat bahwa kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam. Tidak ditemukan kerusakan pada pintu atau jendela yang mengindikasikan adanya akses masuk secara paksa. Tidak ada pula barang milik korban yang dilaporkan hilang atau tanda-tanda perlawanan di dalam kamar.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci dan pemerintah desa setempat. Berdasarkan koordinasi dengan keluarga korban di Australia melalui panggilan video, disepakati bahwa jenazah Eric Philip Van Druten dimakamkan di lingkungan Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, tidak dipulangkan ke Australia.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri dan berusia lanjut. Henti jantung mendadak bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja. Kepergian Eric meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi sang anak yang harus menemukan ayahnya dalam kondisi tak bernyawa.
